Dewan Desak Kepala UPTD Kanrerong Dicopot, Pj Wali Kota Tunggu Evaluasi Inspektorat

Kawasan Kuliner Kanrerong

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Kawasan Kanrerong terus berlanjut. Dewan meminta kepala UPTD Kanrerong, Muh Said dicopot.

Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan bahwa pihaknya, belum bisa mengambil langkah tersebut. Pasalnya, saat ini kasus masih didalami oleh Inspektorat.

“Ini sementara dikaji dulu,” singkat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel ini, Sabtu (25/10/2020).

Jika nanti hasil temuan Inspektorat sudah keluar, Rudy berjanji akan memberikan sanksi kepada Said. Untuk sekarang, ia meminta kepada semua pihak untuk bersabar.

“Kami tunggu dulu evaluasi Inspektorat. Karena dalam pemberian punishment orang kita harus punya dasar yang rasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah Anggota DPRD Kota Makassar mendesak agar Kepala UPTD Kanrerong, Muhammad Said untuk dicopot atau di nonjob. Sebab, ia terlibat dalam kasus pungli untuk lapak pedagang.

Anggota DPRD Makassar Bidang Perekonomian, Nurul Hidayat menjadi salah satu dari sekian yang mendesak agar Said dicopot dari jabatannya. Nurul meminta Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskopukm), Evi Aprialty tak melindungi anggotanya yang terlibat dalam kasus.

“Jangan terjadi pembiaran sehingga terkesan Kadis Koperasi menjadi pelindung dari pengelola yang diduga melakukan pungli di kawasan kuliner Kanrerong,” katanya.

Desakan non job atau pencopotan bukan tanpa alasan. Legislator dari Partai Golkar ini mengatakan, ketika Kepala UPTD dinonjobkan bisa lebih fokus dengan proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar