Janda 31 Tahun Curhat ke Danny Pomanto, Tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID MAKASSAR — Nur Fitriati, warga Jalan Buru, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo menjadi perlakuan yang tidak semestinya di lingkungan tempat tinggalnya. Dia dikucilkan. Lantaran berbeda pilihan politik di Pilwalkot Makassar 2020 ini.

Fitri curhat di hadapan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto. Saat kampanye dialogis berlangsung di Jalan Laiya, Lorong 253, Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo, Minggu (25/10/2020).

“Jadi saya ini pak, sama kayak bapak. Terzolimi di lorong saya. Dan saya seperti menyebrang pulau. Jadi saya ini pak, seandainya berdoa dan bapak menang nanti, kita lihat orang-orang di lorong saya. Kalau bapak menang, mereka bilang saya orangnya bapak. Padahal di belakangnya tidak,” tuturnya.

Bahkan kata Fitri, dia tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Karena dianggap merupakan pendukung Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi.

“Sebelumnya ada masalah. Tapi lebih masalah lagi karena saya orangnya ADAMA (akronim Danny-Fatma.) Tambah terbenci saya. Begitulah mungkin saya dikucilkan. Karena kalau ada bantuan, tidak pernah dia mendata warga, seakan-akan dia kayaknya memilih. RT yang dibedah rumah, sedangkan kita yang rumahnya mau roboh tidak dibedah. Ini RT apa ini, nah kita memilih RT yang baik,” ujar dia.

Ada pun permasalahan kecil yang dialaminya, lanjut Fitri, malah menjadi persoalan besar.

“Ada sedikit masalah, bukan berbicara dengan baik malah dia kompa” (provokasi) satu lorong. Jadi saya ini pak bagaimana sebagai masyarakat kecil. Saya mau ajak bapak masuk sosialisasi, mereka kayaknya menolak.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar