M Kholid Syeirazi: Cara Islam dan Ulama Terlalu Mulia Dikaitkan Perilaku Sugi

  • Bagikan

JAKARTA – Penangkapan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur sama sekali bukan kriminalisasi ulama karena memang tidak layak dianggap kriminalisasi ulama.

Pasalnya, kualifikasi ilmu dan akhlak Gus Nur itu sama sekali tidak memenuhi standar keulamaan.

Demikian disampaikan Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) M Kholid Syeirazi, dikutip PojokSatu.id dari JPNN, Minggu (25/10/2020).

“Penangkapan Sugi jangan dipelintir dengan narasi anti-Islam atau ulama, karena cara Islam dan ulama terlalu mulia dikaitkan dengan perilaku Sugi,” tegasnya.

Sebaliknya, ia menilai penangkapan itu merupakan penegakan hukum dari pihak kepolisian agar bisa memberikan efek jera.

Kholid juga meminta penegak hukum bisa memberikan balasan yang setimpal dan seadil-adilnya kepada Sugi yang menurut PP ISNU tak layak disematkan gelar ‘Gus’ ataupun ‘ustaz’.

Tak hanya itu, melihat ujaran kebencian yang bisa menimbulkan konflik SARA serta menganggu keadaan yang sudah harmonis saat ini, maka bukan hanya pemantik saja yang harus dihukum.

Namun, pemroduksi dan penyebar ujaran kebencian melalui kanal Youtube-nya, juga harus ditindak.

Sehingga, pihak kepolisian tidak terkesan pilah-pilih orang untuk ditindak.

“Ini agar mimbar kebebasan tidak dibajak oleh para penghasut dan penebar kebencian,” tuturnya.

Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ditangkap dari rumahnya di Kelurahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (24/10) tengah malam.

Ia dijemput tim dari Bareskrim Polri dan langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan