Nilai Kinerja Buruk, Serikat Guru Beri Rapor Merah Nadiem Makarim

Minggu, 25 Oktober 2020 18:26

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (JawaPos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai kinerja Menteri Pendidkan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, selama setahun ini sangat buruk.

FSGI memberikan rapor merah untuk Nadiem Makarim. “FSGI selama satu tahun melakukan pemantauan kinerja dan memiliki sejumlah data survei terkait kinerja Mas Menteri selama satu tahun,” kata Sekjen FSGI Heru Purnomo di Jakarta, Minggu (25/10).

Setelah melakukan analisis kinerja Mendikbud Nadiem, FSGI memberikan penilaian kinerja, dengan memberikan nilai rapor atau penilaian hasil kinerja dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 75.

Adapun kinerja yang dipilih untuk diberikan penilaian ada 8 yaitu sebagai berikut :

  1. Kurikulum Darurat dengan nilai 80 (tuntas)
  2. BDR atau PJJ dengan nilai 55 (tidak tuntas)
  3. Hibah Merek Merdeka Belajar dengan nilai 60 (tidak tuntas)
  4. Bantuan Kuota Belajar dengan nilai 65 (tidak tuntas)
  5. Penghapusan UN/USBN dengan nilai sempurna 100 (tuntas)
  6. Asesmen Nasional dengan nilai 75 (tuntas)
  7. Relaksasi BOS dengan nilai 60 (tidak tuntas)
  8. Program Organisasi Penggerak (POP) dengan nilai 50 (tidak tuntas)

“Dari 8 program yang dinilai, hanya 3 yang tuntas. Sedangkan 5 tidak tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 68, sehingga dengan demikian Mendikbud menurut versi FSGI mendapatkan nilai rapor merah atau tidak naik kelas,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, gebrakan Nadiem Makarim di awal dengan Merdeka Belajar memberikan pencerahan dan munculnya harapan baru bahwa pendidikan Indonesia akan dikembalikan dengan semangat Ki Hajar Dewantara.

Bagikan:

Komentar