Sudah Prediksi Penangkapan, Keluarga Gus Nur: Hanya Disayangkan Kenapa Tengah Malam, 30 Personel Pula

Gus Nur

FAJAR.CO.ID — Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri telah menangkap Gus Nur atas dugaan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA dalam sebuah akun YouTube pada tanggal 16 Oktober 2020.

Usai adanya unggahan tersebut, Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Aziz Hakim ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Sugi Nur Raharja atau yang biasa disapa Gus Nur, ditangkap petugas pada Sabtu (24/10). Dia ditangkap di kediamannya, Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpuro, Pakis Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gus Nur ditangkap atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dalam percakapan podcast bersama Refly Harun di Jakarta, beberapa waktu lalu. Penangkapan kali ini merupakan yang kali ketiga.

Putra dari Gus Nur, Muhammad Munjiat, menjelaskan kronologi penangkapan yang dialami ayahnya. Munjiat mengatakan bahwa penangkapan Gus Nur tersebut bukan merupakan yang kali pertama.

“Kami sebelumnya sudah mengira bahwa akan ada efek dari pembicaraan di podcast yang viral itu,” kata Munjiat di Kabupaten Malang. Munjiat menambahkan bahwa pihak keluarga menyayangkan penangkapan Gus Nur di tengah malam.

Menurut Munjiat, polisi datang ke kediamannya kurang lebih pukul 00.00 WIB.

Ia menyebutkan kurang lebih empat hingga lima mobil yang mendatangi kediaman Gus Nur tersebut. Personel polisi yang menjemput Gus Nur disebutkan Munjiat berjumlah sekitar 30 orang.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar