Anggaran Digeser, Program 5.700 Jaringan Gas di Wajo Dialihkan ke 2021

Bupati Wajo Amran Mahmud (tengah) didampingi Wakil Bupati Wajo Amran (kiri) dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso (kanan) me-launching Jargas rumah tangga anggaran 2019, di Jalan Andi Munu Sengkang Kelurahan Tempe Kecamatan Tempe, dengan menggoreng telur. Kamis, 31 Oktober. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan program jaringan gas yang merupakan proyek prioritas yang berada di bawah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), anggarannya kini dialihkan ke tahun 2021.

Lantaran sejak Februari 2020 hampir seluruh negara di dunia terkena wabah pandemi Covid-19. Tak terkecuali Indonesia dan mengharuskan pemerintah untuk melakukan recofusing anggaran, di mana recofusing itu dimasukkan dalam penanganan Covid-19.

“Tahun ini tidak ada anggarannya karena kena refocusing. Nanti tahun 2021 baru akan dilakukan pengerjaan,” kata Amran Mahmud, di The Rinra Hotel, Senin (26/10/2020).

Amran mengaku jika pipa jaringan gas sudah dibangun maka kebutuhan masyarakat di kota akan terpenuhi.

“Sehingga setelah di kota, bisa bergeser ke kecamatan,” bebernya.

Kendati demikian saat ini, lanjut Amran, sudah ada terbangun jaringan gas rumah tangga di Wajo sebanyak 6.000. Masing-masing tahap I sebanyak 4.000 dan tahap II sebanyak 2.000.

“Jika ini terbangun maka keseluruhan kuota bisa terpenuhi, sehingga bisa pindah nanti,” sebut Amran.

Sementara saat dikonfirmasi terkait jumlah kecamatan yang membutuhkan dan belum mendapatkan jaringan gas, ia menyebut terdapat 14 kecamatan.

“Kalau kebutuhan jelas banyak. Makanya kami harapkan semua bisa selesai secepatnya, sehingga daerah lain bisa teraliri juga menuju ke Sidrap, Pare-pare. Kita harapkan nanti ke depannya begitu,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar