Appi: Sebutir Beras pun Harus Dipertanggungjawabkan di Akhirat Kelak

Appi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Seorang pemimpin dalam tingkatan manapun, mulai dari pemimpin keluarga, jemaah, desa, hingga ke tingkat kota, provinsi, hingga negara, dituntut untuk menjalankan amanat sebaik-baiknya.

Oleh karena itu hendaknya seorang pemimpin mampu secara jujur menakar kemampuannya dalam menjalankan suatu tugas kepemimpinan yang dibebankan kepadanya.

Sehingga hanya orang-orang yang memiliki kemampuan dan tanggung jawablah yang menjadi pemimpin sehingga segala urusan rakyat akan terurus dengan baik, serta akan mengantarkan diri para pemimpinnya itu menjadi pemimpin yang selamat di dunia dan di akhirat.

Ungkapan ini mengemuka dalam gelaran temu warga dan silaturahmi calon walikota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) di Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Senin (26/10/2020).

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Imhar Dg Gassing mengungkapkan seorang pemimpin hendaknya tidak terbuai dengan pujian dan kemuliaan. Sebaliknya tidak pula merasa terhina jika dicaci maki.

“Dipuji-puji itu bukan berarti anda dimuliakan, dan dicaci maki bukan berarti anda dihinakan,” katanya memulai dialog.

Lebih lanjut ia menjelaskan Khalifah Umar bin Khattab dalam sebuah riwayat dikatakan selalu mencari tahu kondisi warganya. Apakah ada warga yang belum makan atau sedang kelaparan.

“Umar selalu keluar di malam hari mencari tahu warganya yang kelaparan. Beliau selalu ingin mencari tahu kondisi masyarakat di bawah. Itu tanda pemimpin yang peduli,” tuturnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar