Bakal Jadi Terbesar Kedua, Konstruksi Bendungan Jenelata Masuki Tahap Lelang

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat meninjau Bendungan Bili-bili. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Bendungan Jenelata, Kabupaten Gowa yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) kini tengah dalam tahap lelang untuk pengerjaan konstruksi.

Sehingga usai proses lelang selesai, selanjutnya pengerjaan konstruksi bangunan akan dilakukan.

Namun Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid mengatakan saat ini masih banyak tahapan yang harus diselesaikan, termasuk masalah sertifikasi desain dan administrasi.

“Sekarang sudah prosed lelang, ini kan menggunakan anggaran loan (pinjaman) dari China. Kami terus melakukan konsultasi untuk rencana pembiayaan,” kata Adenan Rasyid.

Tidak hanya itu, Adenan mengaku tahapan lain yang harus dilalui yakni koordinasi antara masyarakat terkait lahan agar dapat bekerjasama dengan pemerintah.

Mengingat kendala tersebut tidak hanya menjadi persoalan terhadap Bendungan Jenelata, melainkan hampir seluruh infrastruktur pemerintah yang akan dibangun selalu terhambat akibat lahan.

“Inikan masih terus berproses, ada appresial juga kemudian musyawarah. Semoga tidak ada kendala. Pada intinya sosialiasi masih dilakukan,” ucapnya.

Adenan menambahkan terdapat empat bendungan lain yang sedang berjalan yakni Bendungan Karraloe di Gowa, Bendungan Pammukulu di Takalar, Bendungan Passeloreng di Wajo serta Irigasi Balliase di Luwu Utara.

“Saat ini masih on progress semua. Ada yang mengalami masalah dana tapi kami sudah koordinasi, kami terus melakukan pengerjaan yang ada dengan ketersediaan anggaran yang sekarang justru progresnya bagus jadi kita sudah menabung untuk volume fisik. Meski refocusing, tidak ada tambahan anggaran jadi rekan kita tanpa uang dulu baru nanti kemudian di bayar,” beber Adenan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar