Emmanuel Macron Hina Islam, Pimpinan GP Ansor Minta Presiden Jokowi Segera Bersikap

Emmanuel Macron dan Jokowi. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Prancis Emmanuel Macron banjir kecaman. Hal ini akibat pernyataan Macron pekan lalu, setelah seorang guru di Prancis dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Macron berujar sang guru ‘dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita’. Ia mengatakan ‘Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia’.

Atas pernyataannya tersebut, pemimpin beberapa negara Islam memberikan respon. Di Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait sudah menyerukan pemboikotan produk asal Prancis.

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan PP GP Ansor, Luqman Hakim pun meminta Presiden Indonesia, Joko Widodo segera bersikap.

“Sudah hampir sebulan Presiden Prancis Emmanuel Marcon menghina Islam dengan menyebut Islam sebagai agama krisis. Sudah banyak negara yang nuntut Marcon minta maaf pada umat Islam.,” kata Luqman di akun Twitternya, Senin (26/10/2020).

“Sampai saat ini, saya belum dengar/baca pernyataan Pak @jokowi sebagai Presiden negeri muslim terbesar soal ini.,” lanjutnya.

Sebagai negara dengan umat Muslim terbesar di dunia, sikap Indonesia kata Luqman ditunggu-tunggu negara lainnya.

“Sbg Presiden negara muslim terbesar, Pak @jokowi perlu nyatakan sikap terhadap Marcon, mewakili umat Islam Indonesia yang tidak terima agamanya dihina,” ungkapnya.

Anggota DPR fraksi PKB itu lantas menyindir rezim Jokowi jika tetap tinggal diam. Dia menyebut, jangan sampai Jokowi hanya dekati umat Islam saat mau pemilu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar