Mainkan Politik Dua Kartu, Elektabilitas Gerindra Naik Kencang, PDIP Jalan di Tempat

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi -- (dok indikator)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Elektabilitas Partai Gerindra melejit dalam dua bulan terakhir dengan mengalami kenaikan sampai dengan 3,4 persen.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (25/10/2020).

Dalam survei bulan September, partai besutan Prabowo Subianto itu memiliki elektabilitas mencapai 21,1 persen.

Sedangkan pada survei bulan Juli lalu, elektabilitas Partai Gerindra berada di angka 17,7 persen.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis secara daring, Minggu (25/10).

Burhanuddin menduga, melejitnya elektabilitas partai berlambang kepala burung garuda ini lantaran sukses memainkan politik dua kartu.

Di satu sisi menjadi bagian dari Pemerintah, namun di sisi yang lain masih saja terus menjadi partai pengkritik Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sebaliknya, elektabilitas PDIP yang masih menjadi pemegang puncak ‘klasemen’ stagnan.

“Gerindra naik kencang. PDIP stagnan, masih menang. Tapi yang paling tinggi (kenaikannya) Gerindra,” ungkap Burhanuddin.

Selain Gerindra, kenaikan elektabilitas juga dialami Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kendati tak signifikan.

Jika elektabilitas Partai Demokrat sebelumnya mencapai 5,7 persen, kini menjadi 5,9 persen.

Sedangkan elektabilitas PKS dari 4,4 persen menjadi 5,9 persen.

Peran kritik dari Partai Gerindra itu, kata Burhanuddin, dijalankan Fadli Zon dan Andre Rosiade.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR