Pogba Tanggapi Berita Mundur dari Timnas karena Presiden Prancis Kaitkan Islam dengan Teroris

Paul Pogba (kiri) dan Bruno Fernandes/Getty Images

FAJAR.CO.ID, MANCHESTER—Gelandang Manchester United dan tim nasional Prancis, Paul Pogba ramai diberitakan mundur dari timnas menyusul komentar Presiden Emmanuel Macron. Namun, kabar ini dibantah pesepakbola Muslim tersebut.

Dikutip dari Independent, Pogba mengatakan laporan yang menyebut dia siap untuk mundur dari tim nasional Prancis atas komentar presiden tentang peran Islam dalam terorisme tidak benar. Lewat Instagram, Pogba memposting keterangan “berita palsu” di atas tajuk The Sun yang mengatakan dia pensiun dari sepak bola internasional.

Pogba masuk Islam pada 2011. Selama ini, ia diklaim sebagai salah seorang pesepakbola Muslim yang taat. Ketika Manchester United memenangi Liga Europa 2017 silam, ia langsung melakukan umrah. Selain itu, ia juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial.

Sebelumnya, laporan di Timur Tengah mengklaim Pogba telah mengundurkan diri dari tim nasional pasca munculnya pernyataan Macron tentang pembunuhan guru sekolah Prancis, Samuel Paty. Sang presiden dilaporkan mengatakan insiden itu sebagai “serangan teroris Islam”.

Paty, 47 tahun, menjadi sasaran penyerangan setelah menampilkan kartun Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya. Dia kemudian dipenggal oleh remaja berusia 18 tahun bernama Abdullakh Anzorov. Tujuh orang telah ditahan oleh polisi Prancis terkait insiden ini.

Pidato keras Macron mendapat reaksi dari beberapa kalangan. Salah satunya adalah Presiden Turki, Recep Erdogan yang mempertanyakan pernyataan Macron. Di Prancis sendiri, Islamofobia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (amr)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar