Adi Prayitno: Kalau KAMI tak Bersuara Lagi, Publik akan Menilai Hanya Seumur Jagung

Selasa, 27 Oktober 2020 21:35

Deklarasi KAMI-- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin cs yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebelumnya kerap kali muncul dan bersuara.

Akan tetapi, sejak sejumlah pentolan gerakan itu tersandung kasus hukum dan ditangkap polisi, mereka jarang muncul.

Di antaranya adalah Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Padahal sebelumnya, Gatot selalu muncul. Baik dalam setiap deklarasi sampai tabur bunga di makam pahlawan.

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menyatakan, penangkapan sejumlah petinggi KAMI itu jelas berpengaruh pada pergerakan KAMI.

Sebab, usai ditangkap polisi, Gatot Cs malah tak terlihat lagi manuver-manuvernya.

“Pertemuan atau deklarasi di beberapa daerah kini tak lagi ada,” tuturnya, dikutip PojokSatu.id dari Rakyat Merdeka, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, saat ini KAMI juga tengah diuji. Masyarakat pun tengah menilai daya tahan dan konsistensi Gatot Cs melalui KAMI.

“Kalau KAMI tak bersuara lagi, publik akan menilai KAMI hanya seumur jagung. Jejaknya tak berbekas,” hematnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Pangi menilai, usai pentolannya ditangkap, KAMI memang terkesan ‘tiarap’.

Pangi menduga, KAMI tengah mengatur napas atau tengah mengatur posisi pergerakan mereka.

Sebab, Gatot dan Din yang merupakan tulang punggung, sudah menyatakan KAMI tidak akan ciut dan mundur karena penangkapan itu.

Bagikan berita ini:
7
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar