Andi Qayyim Munarka, Menggapai Tujuan Hidup dan Mengukir Masa Depan

Yanuardi Syukur

Oleh: Yanuardi Syukur

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku,” demikian tujuan hidup manusia muslim dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56. Jika ditanya, apa tujuan hidupmu? Maka seorang muslim akan menjawab: “beribadah.”

Hal ini juga yang disadari, bahkan didakwahkan oleh seorang da’i asal Sulsel, Dokter Andi Qayyim Munarka. 13 Juni 2020, dia menulis di Facebook: “Apa yang anda pikirkan? Aku fokus menggapai tujuan hidupku.” Satu orang berkomentar, bernama Muh Yusin Mach: “Saya fokus (pada) kapan wabah ini pergi dan bisa mengajar lagi. Sudah 3 bulan tidak mengajar. Bosan mengajar online.”

Dokter berkacamata itu tidak membalasnya, tapi sepertinya semua orang sudah tahu fokusnya: dakwah. Ya dakwah di politik, kaderisasi mujahid dakwah, hingga perjuangan lewat pendidikan Islam yang terpadu untuk mencetak insan kamil, manusia sempurna, yang kelak menjadi pemimpin di bidang apapun yang mereka lakoni.

Achmad Abdi Amsir, pengajar politik di UIN Alauddin, mengatakan bahwa dokter Qayyim sudah ia tidak hanya teman dan guru tapi juga saudara. Ketika tinggal di Palopo–kampung dokter Qayyim–Abdi diminta untuk menetap di situ. “Sampai kapan pun,” kenang alumni Pesantren Darul Arqam Gombara yang juga mantan aktivis Forum Kajian Insani FISIP Unhas dan KAMMI tersebut.

Sebagai pendidik yang aktif sebagai Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu Sulsel, Qayyim fokus pada mendidik generasi. Tapi, jiwa politisinya tidak hilang. Pengalaman sebagai Ketua DPW PKS Sulsel (1999-2004) dan Anggota DPRD Sulsel (2004-2009)–menggantikan Amru Saher yang jadi Wakil Bupati Luwu bersama Bupati Andi Mudzakkar–membuatnya selalu risau jika ada kebijakan politik petinggi negara yang di matanya: tidak tepat.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar