Depositokan Dana Sejak 1988, Hendak Dicairkan… Uang Rp5,4 Miliar Dianggap Hangus

Selasa, 27 Oktober 2020 19:43

TAK BISA CAIR: R. Teguh Santoso menunjukkan bilyet deposito yang diterbitkan pada 1988 dan sampai sekarang masih dipegang kliennya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

BCA Klaim Sesuai Prosedur Perbankan

Bank Central Asia (BCA) membantah pengakuan Anna Suryanti dan anak-anaknya yang menyatakan tidak bisa mencairkan bilyet deposito Rp 5,4 miliar. BCA menyatakan telah menjalankan aktivitas perbankan sesuai prosedur yang ditetapkan otoritas. Bank tersebut juga menyampaikan bahwa kasus hilangnya deposito Anna dan anak-anaknya tidak benar.

”Dalam menjalankan operasional perbankan, BCA senantiasa mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas terkait sesuai dengan regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia,” ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos (25/10/2020).

Dia menyatakan bahwa informasi yang disampaikan penggugat terkait kasus tersebut, tidak berdasar dan tidak benar. Dia meminta agar menghormati proses peradilan yang sedang berlangsung.

Hera mengklaim memiliki bukti-bukti untuk membantah klaim Anna dan anak-anaknya mengenai bilyet deposito yang tidak bisa dicairkan. Namun, dia tidak menyampaikan bukti-buktinya.

“Bukti tersebut kami sampaikan pada agenda pembuktian dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Surabaya yang saat ini sedang berjalan,” katanya. (JPC)

Komentar