Divonis Bersalah, Guru Honorer Despianoor Wardani Banding Dunia Akhirat

Despianoor Wardani. Foto: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

FAJAR.CO.ID, KOTABARU — Guru honorer di SDLB Kotabaru Kalimantan Selatan, Despianoor Wardani dinyatakan bersalah melanggar UU ITE terkait unggahannya soal khilafah di Facebook miliknya.

Dia dijatuhi vonis dua tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 20 juta.

Radar Banjarmasin melansir, sidang pembacaan putusan di PN Kotabaru, Senin (26/10) berjalan ketat.

Sejumlah wartawan memilih balik kanan karena tidak boleh masuk meliput. Hanya bisa di depan pagar yang dijaga barisan polisi dan tentara.

Puluhan simpatisan Despi yang datang dari berbagai majelis taklim di Banua juga tidak bisa masuk. Hanya beberapa yang diizinkan. Hakim Ketua, Christina Endarwati saat membacakan putusan mengatakan posting-an Despi melanggar UU ITE.

Pertimbangannya, unggahan itu bertema HTI dan bertujuan mengganti ideologi Pancasila dengan Islam Khilafah. Lawannya kata hakim, adalah orang-orang yang berusaha mempertahankan Pancasila, dalam hal ini pemerintah.

Dalam putusan itu, hakim menilai yang memberatkan adalah ajaran yang diunggah menyimpang dari Pancasila. Kemudian dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Yang meringankan cuma satu: Despi sopan dan baik dalam sidang.

Bagaimana kuasa hukum menanggapi putusan itu? Pengacara Janif Zulfiqar menegaskan, mereka akan banding. “Banding di dunia dan banding di akhirat,” ujarnya.

Janif menilai, keputusan hakim cacat karena yang disangkakan adalah UU ITE. Sementara yang dibahas masalah khilafah dan Pancasila. “Di mana ada klien kami mau ganti Pancasila? Itu ngawur,” ujarnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR