Google Rela Bayar Apple, Demi jadi Browser Default iPhone

Mesin pencarian Google di perangkat Apple (9To5Mac)

FAJAR.CO.ID, TEKNO — Dua raksasa teknologi Google dan Apple diketahui bersaing sengit dalam setiap produk yang dikembangkan. Tak hanya menyangkut perangkat keras, dalam hal ini smartphone, keduanya juga keras berkompetisi dalam pengembangan perangkat lunak termasuk sistem operasi iOS dan Android, juga browser dan mesin pencari yang mereka miliki.

Terbaru, Google dilaporkan bersedia membayar mahal Apple demi bisa membuat mesin pencarinya menjadi layanan default di perangkat Apple. Untuk mewujudkan hal itu, Google disebut membayar sebesar USD 8 miliar sampai USD 12 miliar atau berkisar Rp 117 triliun sampai Rp 176 triliun lebih kepada Apple.

Kabar tersebut memang telah terdengar cukup lama. Google telah membayar Apple untuk menjadikannya sebagai mesin telusur default di masa lalu dan kini angkanya terungkap berdasarkan gugatan antitrust Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) terhadap Google.

Google saat ini menghadapi gugatan oleh Departemen Kehakiman atas dugaan praktik antimonopoli, dan pembayaran kepada Apple ini adalah salah satu contohnya. Menurut profesor hukum Universitas Miami, John Newman, yang juga mantan pengacara antimonopoli Departemen Kehakiman menyebut ini bukanlah kolusi klasik dua perusahaan yang bersaing setuju untuk menaikkan harga dan keuntungan masing-masing.

“Sepertinya satu monopoli setuju dengan perusahaan lain untuk membagi sewa monopoli,” ungkap Newman dilansir dari laman NPR.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar