Ketua Majelis Taklim Tanggapi Kampanye Hitam “Jangan Jadikan Perempuan Pemimpin”

Selasa, 27 Oktober 2020 16:18

Menurut Isdawati, perempuan dan laki-laku punya hak yang sama, terutama dalam menduduki kursi kepemimpinan. “Makanya saya kutuk keras pernyataan akun yang merendahakan perempuan. Ingat, kalian lahir dari rahim pertiwi ibu kandung kalian,” tambah Isdawati lagi.

Menurutnya, bukan lagi saatnya untuk membandingkan laki-laki dan perempuan dalam hal kepemimpinan. “Perempuan tidak boleh disandingkan dengan lelaki, karena perempuan juga memiliki hak untuk mencari nafkah sendiri selama diizinkan oleh keluarganya. Apalagi persoalan pemimpin, bagi saya perempuan lebih bisa adil dibandingkan sosok lelaki,” pungkasnya.

Hal sama juga disampaikan Maseati, seorang pedagang kue di Desa Kabba. Katanya, peranan wanita tidak saja untuk dipimpin, tetapi juga bisa untuk memimpin.

“Saya yakin orang yang mengatakan dan melecehkan martabat kami itu, orang sangat durhaka. Dia orang yang sangat tidak tahu malu dan tidak tahu diri. Bukannya lelaki yang tidak tahu diuntung. Sudah diurusi kebutuhannya malah menjatuhkan kembali kami,” ungkap Maseati.

Namun Maseati meyakini, masyarakat Pangkep tidak mudah terpengaruh dengan kampanye negatif seperti itu.

“Melihat postingan tersebut, saya rasa masyarakat Kabupaten Pangkep harus sadar dalam menentukan pilihan di Pilkada Pangkep. Atas nama perempuan dan martabat kami sebagai perempuan, saya kutuk keras pernyataan postingan tersebut. Semoga dia mendapatkan hidayah,” pungkasnya. (rilis)

Bagikan berita ini:
4
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar