Terjerat Ujaran Kebencian, Gus Nur ke Polisi: Justru Saya Peduli Terhadap NU

Selasa, 27 Oktober 2020 20:18

Gus Nur. (FOTO: ANTARA)

FAJAR.CO.ID — Kepada penyidik, Sugi Nur Rahardja mengaku perbuatan yang dituduhkan kepadanya didasari kepedulian terhadap NU.

Itu diuangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terkait motif pria yang akrab disapa Gus Nur itu mengeluarkan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

“Yang bersangkutan peduli terhadap NU. Yang bersangkutan rasakan bahwasanya NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda ini motif yang kita dapatkan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Saat ini pengakuan Nur Rahardja masih terus didalami. Penyidik juga telah memeriksa 4 saksi. Di antaranya 2 pihak pelapor dari NU, dan 2 lainnya adalah ahli bahasa dan ahli pidana.

Selain itu, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan kepada ahli ITE. Serta akan mendalami video Nur Rahardja di Youtube yang diduga menghina NU.

“Masih diperiksa di laboratorium digital forensik. Kita tunggu, nanti kalau sudah selesai akan diperiksa ahlinya. Ahli ITE,” pungkas Awi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri sebelumnya menangkap Suri Nur Rahardja. Dia ditangkap di kediamannya di Malang, Jawa Timur dini hari tadi. “Iya tadi dini hari Sabtu 24 Okt 2020 Pukul 00.18 WIB di rumahnya Sawojajar, kecamatam Pakis, Malang,” kata Awi.

Penangkapan Nur Rahardja tertung dalam Surat Perintah Penangkapan Nomor SP.Kap/171/X/2020/Dittipidsiber. Surat tersebut berlaku untuk 24-25 Oktober 2020.

Dalam surat tersebut disebutkan perintah penangkapan karena tersangka diduga telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau SARA terhadap kelompok tertentu.

Gus Nur diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Juncto 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310 dan atau 311 KUHP dan atau 207 KUHP.

Penangkapan ini sendiri, merujuk pada laporan polisi LP/B/0600/X/2020/Bareskrim tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat oleh Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu NU melaporkan tersangka karena diduga melakukan penghinaan melalui akun Youtube Munjiat Channel. (jpc)

Bagikan berita ini:
5
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar