Untuk Pesantren dan Santri, Zainut Tauhid: Tanpa Ada Potongan Serupiah Pun

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi (kanan). Foto: Humas Kemenag

FAJAR.CO.ID, GARUT – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi melakukan sosialisasi bantuan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam di Garut.

Dia juga mengumumkan, tidak ada potongan serupiah pun dalam bantuan tersebut.

Zainut mengatakan, sengaja melakukan sosialisasi langsung di sejumlah daerah agar mendapatkan informasi valid tentang bantuan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam.

“Kami dari Kemenag ingin memastikan seluruh anggaran dari pemerintah diterima orang-orang yang berhak, tanpa ada potongan serupiah pun,” terang Wamenag di Garut, Selasa (27/10).

Uang ini, lanjutnya, adalah hak para kiai untuk memberi perhatian kepada santri. Tidak ada kewajiban uang harus dibelanjakan ke pihak tertentu terkait pengadaan alat kesehatan misalnya. Juga tidak ada uang terima kasih.

Bantuan ini sepenuhnya diserahkan kepada pengasuh pesantren. Dan, 100 persen harus diterima pengasuh pesantren. Zainut mengingatkan jangan coba-coba memotong bantuan tersebut sebab masuk tindakan korupsi.

“Bagi yang memotong bantuan apalagi saat pandemi, bisa dilakukan pemberatan hukuman atas tindakan tersebut,” tegasnya.

Menurut Wamenag, bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar pesantren bisa terbantu dalam upayanya mencegah penyebaran COVID-19.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,599 triliun sebagai bantuan operasional di masa COVID-19 bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

Anggaran tersebut dicairkan dalam tiga tahap. Tahap pertama, dicairkan mulai akhir Agustus dengan anggaran Rp930,84 miliar (35,8 persen). Tahap kedua dicairkan pada awal Oktober dengan anggaran mencapai Rp1,089 triliun (41,9 persen).

KONTEN BERSPONSOR

Komentar