Vaksin Flu

Selasa, 27 Oktober 2020 09:18

Disway

Flu memang termasuk wabah tahunan yang berat di negara empat musim. Termasuk di Amerika. Di Korsel, tahun 2019 saja, yang meninggal 200.000 orang. Itu akibat flu. Belum ada Covid-19 waktu itu.

Bayangkan kalau musim dingin tahun ini benar-benar terjadi twindemic. Betapa mengkhawatirkannya. Karena itu vaksinasi antiflu harus dilakukan.

Bagaimana dengan berita 36 orang meninggal dunia itu?

Memang yang meninggal itu ada. Jumlahnya juga benar segitu. Tapi setelah diteliti tidak ada hubungannya dengan vaksinasi anti flu.

”Kalaupun ada efek samping yang berat, itu hanya mengenai 1 dari 10 juta orang yang menjalani vaksinasi antiflu,” ujar Prof Ki Moran, pimpinan pusat penyakit kanker di Korsel kepada CNN, tiga hari lalu.

Pemerintah di sana sebenarnya sudah cukup hati-hati. Misalnya saat menetapkan tanggal dimulainya vaksinasi itu. Semula gerakan itu direncanakan mulai 1 Oktober. Tiba-tiba ada laporan dari lapangan: 5 juta vaksin ditemukan disimpan di ruang biasa. Bukan di ruang pendingin khusus.

Maka pemerintah memutuskan menunda vaksinasi. Setelah semua beres, barulah 13 Oktober dimulai. Yakni setelah dilakukan penelitian ulang.

Saat itu, akhir September itu, suhu udara di Korea Selatan memang sudah mulai dingin. Berarti masih dalam batas aman bagi vaksin tersebut.

Namun, pihak oposisi langsung mengaitkan berita meninggalnya 36 orang tersebut dengan kesalahan penyimpanan 5 juta vaksin itu. Maka, itu langsung menjadi rumor yang menakutkan.

Bagikan berita ini:
10
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar