Buruh Tuntut Kenaikan Upah Minimum 2021, Meski Suasana Masih Pandemi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tidak jauh berbeda dengan isu penolakan UU Cipta Kerja. Kenaikan upah bagi buruh pada 2021 mendatang dituntut tetap ada kenaikan.

Meski kaum buruh sadar provinsi Sulsel saat ini masih dihantui pandemi Covid-19. Upah itu tetap diminta naik meski pun situasi tidak seperti tahun sebelumnya.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulsel, Basri Abbas, mengatakan, pihaknya telah melakukan negosiasi agar ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) meskipun lima persen.

UMP Sulsel tahun 2020 sebesar Rp3.103.800, diharapkan naik sebesar lima persen menjadi Rp3.258.990 rupiah. Ada kenaikan sebesar Rp155.190 rupiah.

"Kami tetap meminta kepada Gubernur agar mengabaikan surat edaran Kemenaker, karena tidak sesuai UU No 13 tahun 2003 tentang cara penetapan UMP," kata Basri, Rabu (28/10/2020).

Dia menyebut, meski masih dalam masa pandemi Covid-19, masih ada beberapa sektor yang tidak terlalu berdampak akibat wabah ini. Seperti kesehatan, kuliner, dan pekerja pelabuhan.

"Kami tetap merekomendasikan kenaikan lima persen kerena tidak semua sektor terkena dampak pandemi covid 19," tambahnya.

Para kaum buruh pun optimis, wabah ini akan berakhir pada awal Januari 2021 mendatang sehingga dia tetap menuntut ada kenaikan gaji lima persen.

Sehingga bagi dia, tak ada lagi alasan bagi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) untuk menerima tuntutan buruh, mengabaikan edaran dari pusat, dan tidak berpihak pada pengusaha ataupun bersikap netral.

"Kami sudah lakukan konsolidasi untuk menyuarakan rekomendasi dalam bentuk aksi damai, jika Gubernur mengabaikan aspirasi para buruh dan lebih berpihak pada pengusaha," jelasnya melalui pesan singkat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan