Dua Truk jadi Mimbar Orasi, Belasan Ban Dibakar Pendemo untuk Tutup Jalan di Makassar

Demo penolakan UU Ciptaker di pertigaan Jl AP Pettarani dan Sultan Alauddin Makassar. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penumpukan kendaraan terjadi di simpang tiga Jalan Sultan Alauddin – Jalan AP Pettarani. Hal itu imbas dari penutupan jalan menggunakan ban bekas dan truk yang dijadikan mimbar orasi oleh massa aksi.

Pantauan di lokasi, dua unit truk rembang dihadang oleh ratusan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa, penolakan UU Cipta Kerja. Selain truk, juga ada belasan ban bekas yang dibakar di jalan itu.

Akibatnya, arus kendaraan dari arah Kabupaten Gowa ke arah Jalan AP Pettarani menumpuk. Begitu pun sebaliknya. Kepulan asap hitam pun masih membumbum tinggi, akibat ban bekas yang dibakar tadi.

Aksi ini pula dimulai sejak sekitar pukul 14.30 Wita. Unjuk rasa ini pula masih berlangsung hingga saat ini, dan dijaga oleh aparat kepolisian yang sudah ada di lokasi.

Humas Front Rakyat Menggugat (FRM), Fuad Hidayatullah, mengatakan, unjuk rasa ini menolak pengesahan UU Cipta Kerja karena dianggap merugikan kaum buruh. Bahkan bagi seluruh aspek dalam masyarakat.

“UU ini menggeser ideologi, kelompok rentan minoritas, keagamaan, dan lainnya. Aspek tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya di lokasi aksi.

Selain di Jalan Sultan Alauddin, aksi serupa juga terjadi di Fly Over, Jalan Urip Sumohardjo lalu pindah kantor Gubernur Sulsel.

Massa aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja mulai membentangkan beberapa bendera dan spanduk berisi tuntutan mereka dalam UU kontroversi tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar