Kelas Peduli di Kampung Kopi

Rabu, 28 Oktober 2020 12:02

PT Kawasan Industri Makassar (PT KIMA) terus melakukan inovasi di berbagai sektor

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka meningkatkan kualitas kerja sama dengan berbagai lembaga dan industri, PT Kawasan Industri Makassar (PT KIMA) terus melakukan inovasi di berbagai sektor.

Salah satunya PT KIMA bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS) membuka kelas di kantor PT KIMA untuk program pendidikan S1, S2 dan S3, dimana kelas ini untuk sementara diperuntukkan bagi karyawan dan mitra kerja PT KIMA.

Program Pendidikan S1, S2 dan S3 yang digagas oleh PT KIMA bekerjasama dengan UNHAS sudah mulai berjalan, menurut Direktur PT KIMA angkatan pertama saat ini adalah program magister manajemen (S2), sudah ada tiga perusahaan yang bergabung diantaranya; Bank Sulselbar, PT IKI dan PT JAMKRIDA Sulsel, ada pengusaha dan tenant yang ada dilingkungan PT KIMA juga ikut bergabung.

“Seleksi untuk ikut dalam kelas ini sangat ketat, karna UNHAS menyeleksi secara langsung untuk pendaftarannya” ucap Mahmud direktur PT KIMA.

“Saat ini kelas yang kami buka masih diperuntukkan untuk mitra kerja PT KIMA, baik yang ada di PT KIMA sendiri maupun yang diluar PT KIMA, sementara untuk kuliahnya masih berlokasi di PT KIMA, namun ada beberapa pertemuan yang kami lakukan di luar kantor KIMA atau kelas luar yang kami diberi nama kelas peduli” lanjut Mahmud.

Apa yang dimaksud dengan kelas Peduli?

“Kelas peduli, kelas yang dilaksanakan ditempat dimana kami dan semua peserta bisa bertemu langsung dengan para pelaku usaha, kelompok UMKM, petani, nelayan dan banyak lagi, “bebernya.

“Seperti kelas peduli yang pernah kami laksanakan di kampung kopi yang berlokasi di dusun Bilayya, Pattallassang Kabupaten Gowa, salah satu wahana edukasi tentang kopi, dan tempatnya sangat bagus sangat berpotensi menjadi lokasi wisata, “kata dia.

Jadi kelas peduli adalah kelas yang bersentuhan secara langsung dengan para pelaku, baik yang ada di hulu sampai ke hilir di sana kita bertemu dengan para petani kopi dan barista, kita membahas bagaimana pembibitan, pengolahan hingga penjualan kopi” jelas Mahmud.

“Dalam pertemuan atau kelas peduli kala itu, para petani kopi menjelaskan tentang bagaimana memilih bibit, menanam, memelihara dan memetik buah kopi. Kami mendapat banyak masukan baik dari kelompok petani kopi dan juga dari barista yang hadir dalam kelas itu, ia menjelaskan bagaimana semestinya kita memperlakukan kopi sebelum diolah.

Dalam kelas ini juga dihadiri oleh Prof. Muh. Asdar Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan untuk Usaha Kecil dan Menengah dan juga Saldy Mansyur Komisaris Utama PT Kima” tegas Mahmud.

Seperti apa model kelas peduli?

“Kelas peduli itu, kelas dimana kami mendengar banyak hal dari para pelaku usaha salah satunya petani kopi, kami mendapatkan banyak masukan apa yang mereka tahu dan kami pun mengedukasi dan memberikan masukan apa yang kami tahu, dan bahkan PT Kima sangat siap mensupport dalam meningkatkan produksi dan daya saing mereka. Sama-sama kita tahu bahwa PT Kima sangat banyak tenant dan komitment kami memang bagaimana ekonomi di Sulawesi Selatan dapat bertumbuh dari berbagai sektor, juga sangat sejalan dengan program kami di PT KIMA. Kelas peduli ini tidak hanya berhenti sampai disini, kelas peduli ini akan terus berlanjut dengan studi kasus yang berbeda” tutup Mahmud. (*)

Bagikan berita ini:
3
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar