Kutuk Keras Emmanuel Macron, FPI Sulsel: Hukuman Mati bagi Penghina Nabi

Rabu, 28 Oktober 2020 22:13

Emmanuel Macron dan Jokowi. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Presiden Perancis, Emanuel Macron tengah menjadi sorotan negara muslim setelah dianggap menghina agama Islam. Berbagai kecaman pun dialamatkan kepadanya.

Emmanuel Macron sendiri menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia. Macron juga menyinggung komunitas muslim di negaranya sebagai separatis.

Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Sulsel, Habib Muchsin Alhabsyi, mengutuk keras tindakan Presiden Perancis. Perbuatan Macron dinilainya sudah merendahkan Islam.

“Dalam ajaran Islam, menghina Allah dan Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam adalah tindak kejahatan. Hukuman mati bagi penghina Nabi adalah merupakan keharusan,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW dan mendukung tindakan menampilkan gambar Nabi Muhammad SAW adalah merupakan tindakan merendahkan dan tindakan tersebut adalah bentuk kejahatan dan kebiadaban.

“Sangat disayangkan, di saat umat Islam sedang merayakan kemuliaan Nabi Muhammad, pada bulan kelahiran beliau ini, sebagian kaum kafir harbi melakukan tindakan tindakan yang jelas jelas memusuhi Nabi Muhammad dan ajaran Islam,” tuturnya.

Oleh karenanya, FPI Sulsel menyatakan, mengutuk keras tindakan Syarrul-bariyyah Emanuel Macron yang mempromosikan kebencian terhadap Islam.

“Semoga Emanuel Macron sang Syarrul-bariyyah segera mati dalam kehinaan. Kami mengajak umat Islam untuk bangkit dari ketertindasan peradaban jahiliyyah modern yang menempatkan Islam sebagai musuh,” sambung Habib.

Komentar