Pemuda Pemerhati Pemilu Apresiasi Peran Milenial Sukseskan Pilkada Serentak di Era New Normal

Rabu, 28 Oktober 2020 16:31

Koordinator Pemuda Pemerhati Pemilu, Hendri

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Minus dua bulan lagi Pilkada Serentak 2020 bakal dilaksanakan. Gegap gempita pesta demokrasi tak pelak memunculkan bertemunya setiap individu yang intens dan berpotensi kerumunan.

Di sini perlu adanya kesepakatan bersama antara pemerintah, penyelenggara, kandidat, serta masyarakat pada umumnya untuk menerapkan secara ketat adaptasi kebiasaan baru (new normal) berdasarkan protokol kesehatan. Situasi ini merupakan tantangan baru bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara Pilkada.

Apakah adaptasi kebiasaan baru ini dapat diterapkan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19? Ini menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab. Kuncinya ada pada sosialisasi secara masif dan simultan.

Seperti yang dilakukan komunitas REWAKO dalam partisipasinya di Pilkada Kabupaten Gowa tahun 2020. Sebuah wadah yang didominasi para millenial ini menggiatkan sosialisasi secara sukarela ke masyarakat Kabupaten Gowa terkait 12 hal baru yang patut ditaati di tempat pemungutan suara (TPS).

Diantaranya; Pemilih datang ke TPS menggunakan masker, Jaga jarak minimal 1 meter di TPS, Mencuci tangan sebelum mencoblos, Cek suhu tubuh sebelum masuk di TPS, Pemilih menggunakan sarung tangan plastik, dan Petugas TPS menyediakan tinta tetes.

Kemudian, Maksimal 500 pemilih dalam TPS, Petugas KPPS menggunakan APD, Jadwal kedatangan pemilih di TPS diatur dalam form C pemberitahuan, TPS disemprot secara berkala menggunakan disinfektan, Bilik khusus bagi pemilih bersuhu tubuh diatas 37.3 c, dan Menghindari kontak fisik dalam TPS.

Pemuda Pemerhati Pemilu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh gerakan positif ini. Koordinator Pemuda Pemerhati Pemilu, Hendri SH menuturkan pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kenormalan baru.

Sekalipun Pilkada 2020 akan dilaksanakan di tengah kenormalan baru, namun tentu saja pelaksanaan demokrasi harus mengutamakan kualitas.

“Tentunya tidak menyampingkan hak kesehatan dan keselamatan warga yang terancam pandemi,” ujar Hendri di Makassar, Rabu (28/10/2020).

Di samping itu, hal tersebut menjadi kewajiban KPU sebagai penyelenggara, namun lanjut Hendri, hadirnya wadah-wadah masyarakat yang ikut mensosialisasikan protokol kesehatan akan sangat membantu suksesnya penyelenggaraan Pilkada.

“Jika kegiatan ini bisa dilakukan oleh wadah-wadah lainnya tentunya ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait proses pencoblosan nanti di TPS,” katanya.

Hendri menilai, apa yang dilakukan REWAKO merupakan satu gerakan mencerdaskan pada pilkada tahun ini. Karena itu, pihaknya ingin bisa membangun komunikasi antara Pemuda Pemerhati Pemilu dengan REWAKO.

“Saya bersama teman-teman di Pemuda Pemerhati Pemilu, lagi mencoba membangun komunikasi ke REWAKO. Barangkali ke depan kita bisa bekerja sama dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses demokrasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Gowa tahun 2020 diikuti hanya satu pasangan calon, yakni Adnan Purichta Ichsa berpasangan Abdul Rauf Malaganni (Adnan-Kio). Pasangan ini akan melawan kolom kosong pada pemilihan 9 Desember mendatang. (endra/fajar)

Komentar