Pengamat Sebut Ada yang Panik Hadapi Anir di Pilkada Pangkep

Pengamat Komunikasi Politik, Attock Suharto

FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Pengamat Komunikasi Politik, Attock Suharto menganggap, postingan provokatif untuk tidak memilih perempuan sebagai pemimpin di Pilkada Pangkep, merupakan bentuk kepanikan jelang pencoblosan.

“Saya melihat tim-tim kampanye yang membangun isu haram memilih perempuan sebagai pemimpin, adalah tanda kepanikan,” ucap Attock Suharto, Rabu (28/10/2020).

Ada dua perempuan yang bertarung di Pilkada Pangkep. Yakni Andi Nirawati (calon bupati nomor urut 4) dan Rismayani (calon wakil bupati nomor urut 3).

Attock berasumsi, kampanye negatif itu nampaknya kuat mengarah kepada Andi Nirawati alias Anir yang berpasangan dengan Lutfi Hanafi. Alasannya, personal branding Anir-Lutfi jauh lebih mampu meyakinkan masyarakat Pangkep ketimbang yang lainnya.

“Ada pihak yang sedang terganggu atas gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pasangan Anir-Lutfi,” paparnya.

Dikatakan Attock, banyak kepala daerah perempuan di Indonesia berhasil menjalankan tugasnya. Ini menjadi bukti, jika keberhasilan seorang pemimpin, tidak bisa dinilai dari jenis kelamin.

“Dari presiden, pemimpin partai politik, pemimpin daerah, telah banyak dijabat oleh perempuan. Seolah dia menampikkan banyaknya kepemimpinan perempuan dan menyudutkan salah satu calon di Pangkep, itulah tanda kepanikan,” ujar alumni UIN Alauddin Makassar ini.

Namun Attock menilai, kampanye negatif semacam ini sengaja disebar, sebab paslon Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi) terus menunjukkan tren positif. Pergerakan satu-satunya calon bupati perempuan ini kata dia, sangat cepat dan efektif.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar