Riuh Kecaman Proyek Jurassic Park Komodo, Sujiwo Tedjo Ingatkan Soal Karma

Sujiwo Tedjo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sejak beberapa hari terakhir warganet riuh dengan menggaungkan tagar ‘save komodo’. Hal ini berawal dari viralnya sebuah foto di media sosial yang memperlihatkan getirnya seekor Komodo menghadang truk pengangkut sejumlah material untuk pembangunan di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.

Foto yang dikecam warganet itu menyiratkan kesan bahwa pembangunan destinasi pariwisata super prioritas di Pulau Komodo itu telah mengancam ekosistem dan habitat satwa Komodo di sana.

Riuh yang tak kunjung reda itu kemudian memantik perhatian budayawan nyentrik Sujiwo Tedjo. Jemarinya seolah gatal ingin ikut berceloteh di Twitter terkait proyek pembangunan Jurassic Park Komodo itu.

“Yang tak setuju pembangunan “Jurassic Park Komodo” monggo. Saya pun mungkin tak setuju. Tapi nggak usah memaki-maki. Sebab karma itu keras,” cuit Sujiwo Tedjo di laman Twitter pribadinya @sudjiwotedjo, Selasa (27/10/2020).

Karma menurut Sujiwo Tedjo adalah saat dimana pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 1991 silam juga menuai kecaman dari berbagai pihak. Tak berbeda dengan kecaman netizen terkait pembangunan Jurassic Park Komodo.

“Tahun 91, banyak tokoh yang hadir di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk Kongres Kebudayaan. Sebagian mereka di tahun 70an memaki-maki pembangunan TMII,” kenangnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar