Survei IPO Ungkap Rapor Jokowi-Ma’ruf Merah Semua

Rabu, 28 Oktober 2020 21:28

Jokowi-Ma'ruf

Sementara, respons positif hanya mampu menyerap 43 persen. Menurutnya, kekecewaan publik atas kondisi ekonomi ini dipengaruhi beberapa hal.

Di antaranya persepsi mahalnya harga bahan pokok (58 persen), sulitnya mencari pekerjaan (44 persen).

Lalu sulitnya melakukan transaksi perdagangan atau jual beli (38 persen) dan pengaruh lain (34 persen).

Dedi menambahkan di bidang penegakan hukum, ketidakpuasan publik mencapai 64 persen.

“Angka ini menjadi yang tertinggi dari bidang lain,” tegasnya.

Menurutnya, beberapa faktor yang memengaruhi penilaian publik adalah buruknya pemberantasan korupsi (62 persen), lemahnya independensi penegak hukum (56 persen).

Kemudian ancaman kebebasan berpendapat (52 persen), kualitas kebijakan (48 persen), dan faktor lain (36 persen).

Di sisi lain, performa pemberantasan korupsi menjadi pemantik terbesar buruknya bidang penegakan hukum.

Terlebih kurun periode survei berbagai persoalan korupsi makin menguat.

Dia mengatakan bidang politik dan keamanan juga mendapat respons kepuasan lebih rendah dibanding ketidakpuasan, hanya 49 persen menyatakan puas.

Yang memengaruhi persepsi publik terkait kondisi politik dan keamanan adalah kebebasan berbeda pendapat (49 persen).

Lalu kriminalitas (45 persen), perasaan aman (41 persen), ketertiban umum (36 persen), dan pengaruh lainnya (31 persen).

Selanjutnya bidang sosial dan humaniora, persepsi publik berbagi angka ketidakpuasan tercatat sebesar 50 persen.

Komentar