Tuntutan FSP LEM SPSI: Cabut Omnibus Law demi Anak Cucu

Rabu, 28 Oktober 2020 14:51

Massa Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Penolakan aksi pengesahan UU Omnibus Law atau Cipta Kerja dari sejumlah massa kembali berlanjut di sekitaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Massa tersebut tergabung dalam gerakan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI).

Aksi tersebut juga bertepatan dengan ‘Sumpah Hari Pemuda’ yang jatuh pada hari Rabu 28 Oktober 2020.

Salah satu massa aksi yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan bahwa pemakaian baju adat merupakan bentuk penghargaan ‘Hari Sumpah Pemuda’

“Ini dalam rangka sumpah pemuda massa dihimbau untuk memakai baju adat,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Pojoksatu.id di lapangan, Rabu (28/10/2020) siang sejumlah buruh kompak memakai baju adat setiap daerah.

Dalam aksi yang kesekian kali ini, Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Cabut Omnibus Law Demi Anak Cucu’

Sementara itu Orator yang berada di atas mobil komando sesekali mengingatkan pasukannya untuk membuat barisan rapi dan menjaga jarak.

“Teman-teman seperjuangan, rapikan barisan, ingat tetap jaga jarak agar terhindar dari penularan virus corona atau Covid-19,” imbaunya.

Sementara itu, ia juga mengatakan teman-teman buruh dari Tangerang sudah munuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi susulan tolak UU kontoversial ini.

Sebagaimana diketahui, Hari ini buruh dan Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Badan Eksekutif Seluruh Mahasiswa (BEM SI) akan melakukan aksi susulan di sekitaran Istana, Jakarta Pusat. (pojoksatu/fajar)

Komentar