Belajar Daring Belum Efektif, Dede Yusuf: Ada Murid Sampai Stres

Sejumlah pelajar melakukan registrasi kartu perdana untuk belajar online yang dibagikan di SMK Negeri 8 Jakarta, Kamis (3/9/2020). Nantinya, para pelajar juga akan mendapat subsidi kuota dari Kemendikbud sebesar 35 Gb per bulan. Untuk program ini, Kemendikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun guna memperlancar pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring) masih belum efektif. PJJ sebagai metode di masa darurat tentu mengandung ketidakefektifan. Untuk itu fungsi daring harus diperkuat.

“Apakah pendidikan daring efektif atau tidak, jawabannya harus jujur, memang tidak efektif. Karena ketika melakukan sesuatu yang sifatnya darurat tentu ada ketidakefektifan,” ujar Dede, Rabu (28/10/2020).

Penguatan sistem daring harus diperkuat di masa pandemi ini. Salah satunya dengan penguatan sinyal untuk beberapa daerah dan wilayah. Dukungan pulsa dan kuota juga jadi keniscayaan untuk diberikan.

Selain itu, kata politisi Partai Demokrat ini, pembelajaran melalui media televisi dan radio juga sudah saatnya dibangun, di samping membuat aplikasi-aplikasi yang mudah untuk dikerjasamakan dengan murid-murid.

“Yang berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tidak terlalu membebani. Banyak masukan bahwa ada murid yang stres karena pembelajaran daring,” ungkap mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.

Yang terakhir, lanjut Dede, tentu saja memberikan dukungan handphone. “Ya, memberikan gawai atau handphone atau tablet kepada murid-murid terutama yang tidak memiliki gawai. Semua tentu memerlukan proses dan akan kita kawal terus,” ucap Dede.

Dalam kurun satu tahun ini begitu banyak gagasan dan ide yang ingin disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun terhalang oleh pandemi. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar