Kota Palopo Kembali Zona Merah, Gugus Tugas Minta Waspada Klaster Isolasi Mandiri

Pakar epidemiologi Unhas, Prof Ridwan Amiruddin.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejak memasuki bulan Oktober 2020 sejumlah daerah di Sulawesi Selatan kembali memasuki zona merah.

Hal itu diungkapkan, Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin. Menurutnya kewaspadaan di setiap daerah harus ditingkatkan dalam menekan penyebaran Covid-19.

Ia menyebut tercatat hampir 2 per 3 kabupaten/kota di Sulsel seperti Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar masuk dalam zona oranye, namun berbanding terbalik dengan Kota Palopo yang kini beralih menjadi zona merah atau rawan penyebaran virus.

“Masuknya kembali beberapa daerah ke zona merah atau harus diwaspadai karena ada pergeseran peta resiko zonasi yang dipengaruhi oleh tiga indikator yaitu indikator epidemiologi, indikator layanan kesehatan dan surveilance yang tidak terpenuhi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin itu mengaku meningkatkanya angka penyebaran di sejumlah daerah disinyalir berasal dari klaster isolasi mandiri yang cukup tinggi sebesar 25 persen.

“Kondisi ini semakin tidak efektif dan mengakibatkan kebocoran pada klaster keluarga,” jelasnya.

Guna mengantisipasi hal itu, Gugus Tugas kembali akan membuka fasilitas Duta Covid dengan prioritas utama yakni Kabupaten Bantaeng dan Kota Palopo.

Selain itu Gugus Tugas juga akan mendisiplinkan masyarakat dalam penggunaan masker melalui kegiatan operasi yustisi. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar