Ayah Minta Hakim Hukum Berat Putranya

Mukti Rachim

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masih ingat kasus anak yang berusaha mengklaim harta orangtuanya di Parepare? Kabar terbaru, kasus ini sudah memasuki tahap penuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Parepare.

Sayangnya, Mukti Rachim, sang ayah, mengaku sangat kecewa dengan tuntutan jaksa yang hanya menuntut putranya, Ibrahim, 5 tahun penjara dengan masa percobaan selama 10 bulan.

Kasus ini sendiri sudah melewati sidang perdata, dan kini menjadi sidang pidana kasus penyerobotan dan pengrusakan properti. Ibrahim duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

“Saya kecewa dengan tuntutan jaksa. Bagi saya ini tidak adil. Jadi kalau 10 bulan anak itu tidak melawan, maka dia bisa bebas,” kata Mukti kepada fajar.co.id, Jumat (30/10/2020).

Mukti yang berusia 82 tahun menceritakan bagaimana dia dan istrinya menderita lahir batin atas perlakuan anak kandungnya sendiri. Di usianya yang sangat sepuh, Mukti menanggung empat penyakit sekaligus yakni diabetes, hipertensi, gangguan fungsi ginjal, dan penyakit rematik. Sementara istrinya, ibu kandung Ibrahim, masih berjuang melawan kanker darah. Kini, mereka harus menghadapi perlawanan anak kelimanya itu, atas tanah di kawasan SPBU Soreang, perbatasan Parepare-Pinrang.

Menurut Mukti, kasus ini bermula pada akhir 2017 lalu, saat dia mengutarakan keinginannya kepada anak-anaknya untuk menjual SPBU Soreang berikut lahan di sekelilingnya. Total luas lahan miliknya itu mencapai 6.000 meter persegi. Harga jualnya ditaksir tidak kurang dari Rp 30 miliar. Itulah yang akan jadi warisan utamanya bagi 7 anaknya. Sebagian lagi akan disisihkan untuk kegiatan amal sosial.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar