Bu Mega Di-bully, Petinggi Demokrat: Sebaiknya Kita Bangun Tradisi Menghormati Presiden Terdahulu

Andi Arief

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pernyataan yang dinilai kontroversi oleh sebagian orang, dalam acara peresmian 13 kantor PDIP pada Rabu (28/10/2020).

Dalam pidatonya, Megawati meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memanjakan generasi milenial, karena dinilai kurang memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara.

Dirinya pun mengkritik para mahasiswa yang terlibat dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

“Anak muda kita ini, aduh. Saya bilang ke Presiden, jangan dimanja, dimanja generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang tahu teknologi tanpa harus bertatap muka langsung? Apa sumbangsih kalian kepada bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja,” kata Megawati Soekarnoputri.

Atas ucapannya tersebut, publik pun memberikan respons. Tak sedikit yang menyerang balik presiden kelima itu.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief pun meminta masyarakat untuk berhenti mengolok-olok Megawati. Tak hanya ke Bu Mega, Ketua Bappilu Demokrat itu juga meminta warga tak lagi membully para mantan presiden Indonesia.

“Sebaiknya kita mulai membangun tradisi menghormati Presiden terdahulu. Hentikan membuly Ibu Megawati soal statemen Milineal dan peran pada bangsa ini. Tidak mungkin ada niat buruk dari statemen itu,” kata Andi Arief di akun Twitternya, Jumat (30/10/2020).

KONTEN BERSPONSOR

Komentar