Kecam Presiden Prancis, AHY: Jadikan Nabi Muhammad SAW Sebagai Kartun Bisa Lukai Umat Islam Dunia

Jumat, 30 Oktober 2020 14:32

Ketua Umum Partai Demokrat. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menyuarakan kontroversi Presiden Perancis Emmanuel Macron terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW. Putra Sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu mengecam sikap Macron.

“Dilihat dari aspek apapun, sikap Macron tetap tidak bisa dibenarkan,” tekan AHY di laman Twitter pribadinya, Kamis (29/10/2020).

Menurut AHY, kebebasan dalam demokrasi harus didasari pada toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman, termasuk dalam konteks agama. Masyarakat Perancis dengan demokrasi yang mapan tentu paham, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai kartun bisa melukai umat Islam dunia. Sayang, hal semacam itu seolah dibiarkan berulang-ulang.

“Sebagai pecinta demokrasi, saya berharap Perancis sebagai negara demokrasi yang mapan, mampu jadi contoh yang baik dalam perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak kelompok minoritas. Saya meyakini, demokrasi, kebebasan dan toleransi bisa berjalan beriringan,” paparnya.

AHY pun mendorong dan mendukung pemerintah RI untuk bersikap tegas. Pemanggilan Dubes Perancis oleh Kementerian Luar Negeri harus pastikan pesan Indonesia benar-benar didengar. “Jangan membiarkan kontroversi ini berlarut-larut timbulkan hal-hal tidak produktif di tengah pandemi,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, negara dengan populasi muslim terbesar dunia, Indonesia punya tanggung jawab moral untuk suarakan aspirasi Muslim dunia.

“Saya juga mengajak saudara umat Islam untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Mari kita buktikan, Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, membawa rahmat dan pesan damai bagi dunia,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
3
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar