Kerja Bawaslu di Tengah Pandemi Lebih Berat, Ini Sebabnya

Anggota Bawaslu Moch Afifuddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSSAR – Masa pandemi Covid-19 tak membuat kerja-kerja Bawaslu semakin mudah. Lantaran model kampanye calon Wali Kota Makassar masih menggunakan metode konvensional, seperti tatap muka.

Situasi wabah yang seharusnya memaksa orang untuk berubah tak terlihat dalam Pilkada 2020.

“Apa artinya, ya kerja kita bertambah dua kali lipat, yang repot bapak ibu sekalian pengawas kecamatan,” kata Anggota Bawaslu RI Moch Afifuddin, Jumat, (30/10/20).

Afif mengatakan telah merilis hasil pengawasan, sekitar 800 kasus pelanggaran Pilkada terjadi di Makassar. Bawaslu mencatat sebanyak 39 ribu kampanye tatap muka diberlakukan di Kota Makassar di 15 kecamatan.

Saat ini, pilihan kampanye yang oleh pasangan calon wali kota masih didominasi oleh kampanye dengan tatap muka.

“Apa implikasinya? Pertemuan ini sering dilakukan, frekuensinya bertambah, jumlah pertemuannya juga tentu bertambah, kecil-kecil intens,” papar Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu RI ini.

Karenanya Ia menyarankan kepada seluruh jajaran pengawas untuk memaksimalkan koordinasi dengan membuat jejaring komunikasi yang terpusat. Misalnya, menggunakan media sosial WhatsApp.

“Apalagi di masa kampanye. Sebab ini soal cara, ini juga soal pengalaman kami mengelola pemilu 2019,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa hubungan dengan calon atau peserta tidak harus dipahami sebagai sesuatu yang tidak boleh bagi penyelenggara.

“Yang diatur dalam kerangka etik adalah membangun jarak yang sama, jika bapak ibu hubungan dengan partai A, atau calon B itu 10 cm maka dengan calon lain juga harus sama. Artinya memperlakukan peserta atau calon dengan posisi yang sama,” pungkasnya. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar