Kerusuhan Demo Omnibus Law, 12 Kamera ETLE Rusak

Massa aksi dari berbagai elemen buruh saat berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (22/10/2020). Aksi gabungan buruh, petani, mahasiswa, dan pelajar yang dilakukan bersamaan dengan setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf itu menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja sekaligus meminta Presiden mengeluarkan Perppu pencabutan UU. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di DKI Jakarta rusak usai kerusuhan unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Kamera tersebut diduga dirusak oleh masa anarkis saat bentrok dengan aparat.

“Iya kamera ETLE ada 12 titik yang dirusak. Saat ini masih dalam proses perbaikan, mungkin dalam waktu dekat ini sudah selesai,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Gerbang Tol Cikunir 2, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/10).

Dia menuturkan, kamera yang mengalami kerusakan mayoritas berada di sekitar Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman, khususnya di dekat pos lalu lintas yang dibakar oleh massa. Kerusakan ETLE ini sendiri beraneka ragam.

“Ada yang memang panelnya rusak. Ada yang disogrok sehingga dia posisinya (berubah). Ada yang kabelnya putus dan sebagainya,” jelasnya.

Saat ini 12 kamera ETLE yang rusak ini belum beroperasi. Perbaikan masih terus dikerjakan. Diharapkan dalam waktu dekat sudah beroperasi normal.

Sementara itu, pelaku perusakan diduga berasal dari kelompok yang sebelumnya sudah ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Saat ini mereka telah menjalani proses hukum.

“(Pelaku) masih dalam penyelidikan dan beberapa sudah ditangkap juga kemarin sudah diekspos sama Krimum kan. Masih bagian dari itu,” pungkas Sambodo. (jpc)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar