Keunikan Cewek Jepang, Cantik dan Betah Menjomlo, Alasannya Mencengangkan

Jumat, 30 Oktober 2020 18:17

Gadis Jepang. (int)

FAJAR.CO.ID — Siapa pun sepakat bahwa cewek Jepang tak diragukan lagi kecantikannya. Bukan hanya cantik, wanita Jepang juga bisa dikatakan sangat rajin.

Namun, di balik cantik dan rajinnya wanita Jepang, mereka ternyata lebih betah menjomlo. Loh kok bisa begitu?

Yap benar sekali, wanita Jepang memilih untuk menjomblo dibandingkan menjalin hubungan dengan pria. Alasan wanita Jepang menjoblo juga mencengangkan.

  1. Memiliih Karier Dibandingkan Percintaan

Jepang memang merupakan salah satu dengan biaya hidup yang tinggi, maka tidak heran jika seluruh masyarakat Jepang lebih memilih bekerja dibandingkan harus pergi berpacaran.

Begitupun dengan wanita, meskipun perempuan tidak diwajibkan bekerja, tapi kebanyakan wanita di Jepang takut akan masa depan yang suram.

Jadi mereka lebih fokus berkarier dulu ketimbang mengurus urusan cinta, apalagi pernikahan.

  1. Kalau Sudah Menikah, Takut Tidak Diizinkan Suami Bekerja

Ya aturan di Jepang memang tidak mewajibkan wanita bekerja, tapi juga tidak melarang wanita untuk bekerja. Hanya saja kalau udah nikah, takutnya nanti suami gak mengizinkan kerja.

Cuman diam di rumah mengurus anak, rumah dan suami, dianggap membosankan oleh wanita Jepang.

Semua pendidikan yang telah digapainya seakan sia-sia jika jadi ibu rumah tangga saja.

  1. Kebebasan Akan Berkurang

Hampir semua orang merasakan kebebasannya berkurang setelah menikah. Pasalnya ada tanggung jawab keluarga yang harus dipikul, jadi gak ada waktu buat nongkrong atau main dengan teman, jika pun ada, paling pas hari libur aja.

Mungkin ini jadi alasan wanita Jepang ogah mencari calon suami karena takut kebebasannya berkurang. Maklum jiwa mudanya masih membara.

  1. Belum Mau Punya Anak

Jika kebanyakan orang di negara seperti Indonesia, setiap pasangan pasti ingin segera punya anak setelah menikah, namun berbeda dengan orang-orang Jepang, termasuk wanitanya.

Mereka beranggapan kalau punya anak, maka beban hidupnya akan semakin bertambah dan semakin mahal lagi. Sebelum perkonomian stabil, mereka belum mau punya anak.

  1. Spesifik Dalam Mencari Calon Suami

Tak sedikit wanita Jepang yang sangat spesifik dalam memilih calon suami. Mereka cenderung mencari suami yang pendapatannya di atas 460.000 yen per bulan atau sekitar 46 juta rupiah.

Bukan matre, tapi mereka ingin punya suami yang dianggap bisa menjamin biaya hidupnya, termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (PojokSatu)

Komentar