Megawati Sudutkan Kaum Milenial, Pengamat: Bu Mega Harus Berpikir Jernih

Jumat, 30 Oktober 2020 20:26

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri,

FAJAR.CO.ID — Pernyataan Mantan Presiden ketiga RI, Megawati Soekarnoputri, dinilai menyindir kaum milenial dengan mempertanyakan kontribusinya kepada negara.

Menanggapi hal itu, pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago meminta Ketua Umum PDIP itu untuk berpikir jernih dan tidak menyudutkan kaum milenial.

“Saya pikir bu Megawati harus berpikir jernih, jangan sampai menyudutkan atau mendiskriditkan kelompok melenial, tak elok,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu, Jumat (30/10/2020).

Menurut Pangi, aksi demonstrasi yang dilakukan milenial atau mahasiswa sesuai dengan konstitusi negara.

Perihal dengan aksi anarkis, ia menyakini bahwa hal tersebut bukan berasal dari massa mahasiswa.

Sebab, kata Dosen UIN itu dalam video yang beredar di media sosial ada segelintiran kelompok yang terorganisir pergerakannya diduga melakukan anarkis.

Ia menyebutkan, bahwa kelompok anarkisme tersebut di luar massa gabungan Mahasiswa.

“Seperti video yang sudah beredar, yang anarkis justru bukan mahasiswa dan milenial, sudah banyak video saya pikir kita bisa lihat, ada kelompok yang terorganisir melakukan anarkisme,” tuturnya.

Ia pun meminta putri Presiden Soekarno itu untuk tidak menuduh dan menyudutkan kaum milenial atau mahasiswa.

Seharusnya, tambah Pangi, Megawati Soekarnoputri mengkritik dan mempertanyakan kinerja staf kaum milenial Presiden Joko Widodo.

Karena semenjak diangkatnya staf milenial itu ke dalam tim Istana hingga sekarang belum diketahui terobosan apa yang sudah meraka lakukan dalam membangun Indonesia.

“Megawati mestinya mengkritik kinerja staf khusus melinial Jokowi yang tak tahu apa yang dikerjakannya,” tandasnya.

“Bahkan publik meminta laporan pertanggung jawaban kinerjanya supaya kita tahu, bukan malah justru mengkritik aksi demonstrasi melinial yang tetap bersuara,” sambungnya.

Bukan malah sebaliknya, ungkap Pangi dengan menyudutkan kaum milenial yang kritis terhadap kebijakan Pemerintah.

Ia menegaskan, pemerintah harus berterimakasih kepada kaum milenial lantaran sudah membantu Pemerintah dalam meluruskan kinerjanya.

“Menyampaikan pikiran dan mengingatkan pemerintah, harusnya pemerintah mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah mengingatkan dan mengkoreksi trayek jalannya pemerintahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyentil generasi milenial, dalam hal ini para pelajar dan mahasiswa yang menyuarakan protes ke jalanan.

Hal itu disampaikan Mega bertepatan Hari Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Mega menyinggung kaum milenial, yang dianggapnya sejauh ini hanya demo, salah satunya menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Mega justru mempertanyakan sumbangsih kaum milenial untuk negara. Mega dalam kesempatan itu juga meminta Presiden Jokowi tak memanjakan kaum milenial saat ini.

“Apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini? Massa hanya demi saja? Nanti saja dibully. Tapi saya nggak peduli,” kata Megawati, Rabu (27/10/2029). (Pojoksatu)

Bagikan berita ini:
1
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar