Penyuap Nurhadi Ditangkap, Febri Diansyah: Apakah akan Diungkap Aspek Pencucian Uang?

Febri Diansyah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hiendra Soejoto (HS), penyuap Sekretaris Mahkamah Agung 2011-2016 Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono akhirnya ditangkap.

Hiendra Soejoto sempat menjadi buronan KPK sejak 2016. Ia ditangkap di apartemen temannya di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Kamis (29/10/2020).

Hiendra Soejoto telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memberikan hadiah berupa uang sekitar Rp 45 miliar kepada Nurhadi.

“Tersangka diduga memberikan hadiah atau janji berupa uang sejumlah Rp45.726.955.000, kepada Nurhadi melalui Rezky Herbyiono terkait dengan pengurusan perkara,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers, Kamis (29/10).

Hiendra Soejoto akan ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 29 Oktober 2020 sampai dengan 17 November 2020 di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK, maka Tersangka terlebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1.

Lili menyebut penanganan perkara ini merupakan salah satu contoh pengembangan perkara yang berasal dari OTT dengan nilai awal yang kecil, yaitu OTT yang dilakukan pada 20 April 2016 dengan nilai barang bukti Rp50 juta.

Uang Rp50 juta itu diserahkan Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution di Hotel Acacia, Jakarta.

Dari perkara inilah kemudian terbongkar skandal suap yang melibatkan pejabat pengadilan dan pihak swasta dari korporasi besar.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar