Polisi Bisa Panggil Paksa Saksi yang Diduga Kabur Soal Dugaan Pembagian Beras DP-Fatma

Danny Pomanto saat hadir sebagai saksi di Polrestabes Makassar. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Diduga ada beberapa saksi yang kabur saat hendak menjalani diperiksa penyidik, soal dugaan politik uang oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, DP-Fatma.

Bahkan salah satu saksi kunci yang dalam pembagian beras yang dilakukan di sekitar wilayah Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang tidak hadir dalam pemeriksaan itu.

Pengamat Hukum Pidana, Prof Laode Husein, mengatakan, polisi bisa saja melakukan panggil paksa saksi dalam kasus tersebut.

“Jika ada saksi yang belum sempat hadir, kepolisian dapat melakukan pemanggilan secara patut sampai tiga kali dan bahkan dapat saja dihadirkan paksa,” katanya, Jumat (30/10/2020).

“Kasus tersebut masih dalam proses penyidikan terkait dengan tindak pidana pemilu,” sambung akademisi asal kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, melalui pesan singkat.

Sampai saat ini, polisi belum bisa menyebut soal dugaan ada saksi yang mangkir. Hanya saja sampai saat ini, penyidik sebelumnya telah memeriksa 12 orang saksi.

“Sekitar 12 orang, termasuk pak DP. Masih tahap klarifikasi semua saksi-saksi,” kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi beberapa waktu lalu.

Dari 12 saksi itu, pihaknya belum menjelaskan siapa-siapa saja mereka. Penyidik masih melakukan sinkronisasi keterangan dari semua saksi, hingga batas waktu 14 hari penyidik bekerja untuk menentukan status hukum dalam dugaan politik uang ini.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar