Ikut Sindir Henry Subiakto, Fadli Zon: Jangan Sampai Buat Stempel Dungu

Fadli Zon dan Henry Subiakto. (SC ILC)

FAJAR CO.ID, JAKARTA– Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto jadi sorotan warga net di jagat twitter. Pasalnya, pakar ilmu komunikasi politik ini mengunggah video pembakaran Halte Sarina milik Narsi TV, tanpa logo.

Melalui unggahan itu, Henri menulis keterangan bahwa tugas penegak hukum adalah memisahkan antara pelaku unjuk rasa dengan pelaku kejahatan pengrusakan.

“Unjuk rasa itu hak, sedangkan pengrusakan, pembakaran fasiltas umum itu pidana. CCTV & mesin learning membantu aparat mudahkan identifikasi pelaku pidana di tengah kerumunan.” Tulis Henri dikutip Sabtu (31/10).

Cara Henri ini mendapat sentilan dari anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Fadli bilang Henri ceroboh karena tidak mengecek dahulu sumber video sebelum dishare.

“Harusnya anda cek dan ricek dulu video itu asalnya dari mana. Untuk hal elementer begini saja sudah salah dan ceroboh, kok berani-beraninya menghakimi dengan stempel hoaks. Jangan sampai nanti ada yang membuat stempel “DUNGU”. Tulis Fadli Zon.

Mendapat serangan beragam dari warga net, Henri kemudian membela diri. Dosen FISIP di UNAIR ini mengaku mendapat kiriman video itu sudah tanpa logo. Dia menilai tidak penting logonya, namun isi dari video investigasi itu.

“Sejak awal saya dapat atau dikirimi video itu tidak ada logonya. Saya sama sekali tidak menghilangkan, lha apa saya harus nulis dan buat logo di video itu. Yang penting isinya bagus dan saya tidak mengubah atau mengaku sebagai karya saya.” Jelas Henri Subiakto.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar