Kondisi Terkini di Prancis, Status Darurat Tingkat Tinggi Diberlakukan, Tentara Penuhi Jalanan

Sabtu, 31 Oktober 2020 12:21

Polisi berjaga di Paris, Prancis, 3/10/2019. Foto: ANTARA/REUTERS/Christian Hartmann/tm

Sementara itu, seorang perempuan berusia 44 tahun sempat mencoba mencari bantuan dengan melarikan diri dari gereja ke restoran terdekat. Namun, ia tak dapat tertolong dan meninggal karena beberapa luka pisau.

Pelaku penyerangan telah ditangkap usai polisi melepaskan tembakan. Ketika ditangkap, pelaku menyerukan Allahu Akbar sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Pelaku merupakan laki-laki Tunisia berusia 21 tahun yang baru tiba di Prancis pada awal Oktober 2020. Ia datang ke Eropa dengan kapal migran melalui Pulau Lampedusa, Italia pada akhir September lalu. Ia mengaku sebagai Brahim Aouissaoui.

Tak lama setelah kejadian, Sejak kejadian itu, pemerintah Prancis meningkatkan level keamanan usai terjadi penyerangan. Sebanyak 7 ribu personel tentara dikerahkan untuk menjaga gereja di Prancis.

Terpisah, Kejaksaan Agung Tunisia mengaku bakal melakukan investigasi terkait kasus tersebut. Mereka akan melakukan penyelidikan usai warga negara Tunisia dilaporkan menjadi terduga pelaku penyerangan. (der/fin)

Bagikan berita ini:
1
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar