Pelamar Formasi Dosen Unhalu Kemendikbud Dikti Protes, Tes Wawancara Diberi Nilai 0

Rektorat Unhalu Kendari. (uho.ac.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Puluhan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti) Universitas Halu Oleo (Unhalu) Kendari protes hasil akhir penerimaan CPNS angkatan 2019.

Pasalnya mereka mendapat nilai tidak wajar, yakni pada test wawancara rata-rata bernilai NOL alias tidak ada nilai sama sekali.

Salah satu peserta yang mendaftar sebagai asisten ahli dosen di Universitas Halu Oleo mengatakan dirinya sangat kaget melihat hasil akhir yang diumumkan Sabtu 30 Oktober kemarin itu.

“Waktu itu kita wawancara via zoom, semua berjalan lancar. Namun usai wawancara memang nilainya tidak diumumkan. Saat saya tanyakan kata salah satu panitia nilainya akan diumumkan oleh tim Panselnas,” ujar Al Amin salah satu peserta CPNS Kemendikbud Dikti formasi Asisten Ahli Dosen Universitas Halu Oleo, Sabtu (30/10/2020).

Pria yang akrab disapa Al ini juga menyebut jika pelaksanaan CPNS lingkup Kemendikbud sangat lemah transparansi.

“Test wawancara dan test microteacing itu tidak ketahuan hasilnya, jadi memang tidak transparan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami peserta lainnya. Di mana rata-rata mereka yang tidak lolos dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena test SKB Kemendikbud Dikti masih menerapkan nilai ambang batas atau passing grade.

“Saya perhatikan semua nilai, rata rata banyak yang kalah di wawancara dan MT. dapat 0.000 termasuk saya,” ujar Hengki salah satu peserta di formasi yang sama.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar