Pilih Berteduh saat Berkebun, Warga Gowa Tewas Disambar Petir

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, GOWA — Jumaria tewas di tempat. Wanita berusia 55 tahun ini menemui ajalnya setelah disambar petir, saat berkebun bersama satu orang temannya.

Tepatnya di area Waduk Bili-bili, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sabtu siang (31/10/2020).

Awalnya, derasnya air hujan di wilayah dataran tinggi Butta Bersejarah ini, membuat Jumariah memilih berteduh, sesaat setelah berkebun di lahannya itu.

Cuaca siang itu pun semakin tidak bersahabat. Petir mulai menyambar di sana-sani. Termasuk di tempat berdiri Jumaria yang juga terkena sambaran petir dan tewas.

“Korban adalah warga Kecamatan Manuju. Ada dua korban. Jumaria meninggal dunia dan satu orang terluka,” kata Kapolsek Parangloe, Iptu Kasmawati, saat dikonfirmasi.

Luka yang dialami Jumariah usai disambar terlihat parah. Beberapa bagian tubuhnya gosong, di bagian wajah dan dada. Malang nasib petani yang satu ini.

Mendengar peristiwa itu, aparat dari Polsek Parangloe dibantu warga sekitar pun langsung menuju lokasi dan mengevakuasi kedua korban.

“Kami sudah olah TKP. Semoga korban yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan,” tambah perwira berpangkat dua balok ini. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar