Polisi Butuh Regulasi Baru Tindak Tegas Pelaku Tawuran? Pengamat Angkat Bicara

Sabtu, 31 Oktober 2020 19:24

Polisi menangkap terduga pelaku tawuran.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi tawuran atau saling serang antar kelompok warga di Kota Makassar masih jadi momok serius. Para pelaku seakan-akan tak jera meski beberapa kali ditangkap polisi.

Usia para pelaku pun beragam. Ada yang masih di bawah 17 tahun, bahkan ada yang sudah berusia 20 tahun ke atas.

Saat pelaku ditangkap, justru ada yang mengaku ditahan hanya beberapa hari saja di kantor polisi. Saat bebas, para pelaku ini kembali berbuat serupa. Tawuran berkali-kali.

Pengamat Hukum, Prof Laode Husein, mengatakan, pelaku aksi saling serang ini pada umumnya memang masih di bawah umur. Pola pikir yang masih awam mudah dipengaruhi oleh pergaulan yang salah.

Selain itu, tindakan tegas dari aparat kepolisian seharusnya sudah bisa membuat jera para pelaku.

“Sebenarnya ketentuan dalam KUHP sudah bisa memberikan efek jera pelaku, yang sudah berulang melakukan, sebenarnya harus lebih tegas,” katanya, Sabtu (31/10/2020).

Seharusnya pula, kata dia, aturan mengenai penindakan bagi para pelaku harusnya jadi efek jera usai menjalani masa tahanan.

“Sehingga polisi melakukan tindakan kemudian dilakukan pembinaan. Namun yang diharapkan sebenarnya tindakan dan pembinaan oleh kepolisian, harus bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku tawuran,” jelasnya, kepada Fajar.co.id.

Terparah, aksi tawuran yang pernah terjadi yaitu di wilayah hukum Kecamatan Bontoala beberapa waktu lalu, menewaskan satu orang warga sekitar.

Komentar