Ustaz Maaher: Perspektif Fiqih Islam, Para Penghina Nabi Harus Dibunuh

Ustadz Maaher At Tuwailibi. Foto by twitter @ustadzmaaher_

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Banyak pandangan berbeda soal status para penghina Nabi Muhammad SAW dalam perspektif Islam.

Ada yang mengatakan, para penghina Nabi dimaafkan sebab Nabi tidak pernah marah jika dia dihina dan dicaci maki. Namun ada pula yang menilai para penghina Nabi layak dibunuh dan halal darahnya.

Kedua pandangan di atas ada benarnya. Sebab cara Nabi berdakwah dengan dua jalan. Jalan ketegasan dan jalan yang lemah lembut.

Menurut Ustaz Maaher At Thuwalibi, dalam perspektif Fiqih Islam, para penghina Nabi Muhammad SAW، wajib dibunuh. Jika pelaku itu muslim, maka dia telah murtad dan halal darahnya.

“Di dalam prespektif Fiqih Islam, menghina Nabi Muhammad hukumnya murtad, halal darahnya. Harus dibunuh.” Ucap Ustad Maaher dikutip dari video yang diunggah di akun twitternya, @ustadmaaher_, Sabtu (31/10).

Ustaz Maaher menceritakan sebuah riwayat sahih. Tatkala ada seorang Yahudi yang gemar memfitnah dan caci-maki Nabi Salallahu’alaihi wassalam.

“Satu orang Yahudi suka menghina dan mencaci maki Nabi Muhammad SAW. Namanya Ka’ab Al Ashrof. Dia menghina Nabi Muhammad.” Jelas Maaher.

Kemudian Rasulullah mengumpul para sahabatnya dan menanyakan kesanggupan siapa yang bisa menebas kepala orang Yahudi tersebut.

“Lalu Rasulullah berkata di depan para sahabat, hai para sahabat ku, siapa di antara kalian yang ingin mencari tebusan untuk si Ka’ab Al Ashrof yang menghina ku. Lalu seorang sahabat Nabi, namanya Muhammad bin Masalama tunjuk tangan, Ana Ya Rasulullah,” cerita Maaher.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR