360 Jamaah Berangkat Umrah, 22 Dinyatakan Positif Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Sebanyak 22 jamaah umrah dari total 360 jamaah asal Indonesia terpaksa gagal berangkat.

Hal itu lantaran ke 22 jamaah tersebut dinyatakan positif Covid-19 usai melakukan serangkaian pemeriksaan tes kesehatan seperti swab tes.

Hal itu dibenarkan oleh Bendahara Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DPD Sulampua, Suryadin Tosin, pada rapat persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di tengah pandemi yang digelar di Kantor Gubernur, Senin (2/11/2020).

"1 November kemarin sudah ada pemberangkatan. Dari 360 jamaah, yang gagal berangkat 22 orang karena positif covid dan hasilnya itu dari pemeriksaan PCR," ucap Suryadin.

Selain itu, 88 jamaah juga terkendala oleh beberapa hal seperti hasil pemeriksaan swab tes yang belum keluar, terhambat proses administrasi misalnya masalah visa dan lain sebagainya.

Olehnya, terkait swab tes, pihaknya mengusulkan agar dapat menambah lokasi pemeriksaan tes kesehatan di beberapa titik.

"Kami minta agar hasil swab mohon untuk real time (respon secara langsung di saat itu juga). Terbukti ada yang reschedule berangkat karena hasil swabnya lama keluar," bebernya.

Tidak hanya itu, dirinya juga berharap agar AMPHURI bisa dilibatkan dalam pengawasan Ibadah Umrah agar jamaah bisa dilayani dengan baik dan mendapatkan kuakt ibadah yang baik pula.

Sementara terkait operasional Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin mengenai pemberangkatan ibadah umrah, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I, Wahyudi menyarankan agar pemeriksaan swab tes difokuskan di Jakarta.

Menurutnya, jika pemeriksaan swab tes dilakukan di Kota Makassar lalu kembali dilakukan swab tes di Ibu Kota DKI Jakarta, maka akan memberikan biaya tambahan.

"Sebaiknya dilakukan satu pintu di Jakarta artinya jamaah umrah di Makassar sifatnya bukan internasional tetapi domestk, jadi kalau dilakukan swab di Makassar dan swab lagi di Jakarta berarti harus tambah biaya," tuturnya.

Senada dengan Wahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Musafri juga sepakat dengan saran tersebut.

Ichsan menyebut fasilitas di DKI Jakarta lebih lengkap dan cepat, sehingga untuk hasil swab tes calon jamaah bisa segera keluar.

"Kita standarkan di Jakarta saja karena di Jakarta ada yang cepat, meskipun memang kita di Sulsel juga ada yaitu mobil PCR dan hasilnya juga cepat tapi sifatnya mobile dan diprioritaskan untuk yang gawat," ujar Ichsan.

Namun, ia menambahkan untuk jamaah umrah yang sudah melakukan ibadah umrah di Arab Saudi harus dilakukan isolasi. "Di Jakarta diisolasi, di Jakarta di swab," tutupnya. (Yusran/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan