Ambulans Desa Tak Sesuai Spesifikasi, Nama Wabup Wajo Ikut Terseret

Senin, 2 November 2020 19:58

Mobil ambulans Pemerintah Desa Wewangrewu Kecamatan Tanasitolo terjaring operasi oleh Satlantas Polres Wajo beberapa wak...

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Polemik ambulans desa yang menyalahi spesifikasi di Kabupaten Wajo sedikit terungkap. Kesalahan itu disebut ide dari Wakil Bupati (Wabup) Wajo, Amran.

Keterlibatan wabup Wajo pada puluhan ambulans desa yang terkesan terlihat mobil operasional itu, diungkap saat Pelita Hukum Independen (PHI) menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Wajo, Senin (2/11/2020).

Dalam surat penyampaian aspirasi yang dilayangkan ke Sekretariat DPRD Wajo, Rabu (28/10/2020). Selain Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wajo, Andi Liliyannah, PHI meminta wabup Wajo juga diharapkan hadir.

PHI menyebutkan, ambulans pemerintah desa yang menyalahi spesifikasi ini, berawal dari adanya surat yang ditandatangani wabup Wajo ditujukan kepada para Kades se-kabupaten Wajo.

“Ini yang mau kita klarifikasi, karena sebelum wabup tanda tangan ada paraf berjenjang,” ujar Ketua PHI, Sudirman kepada FAJAR.CO.ID sebelum aspirasi dimulai.

Di hadapan legislator yang menerima aspirasi, Sudirman membeberkan, dalam surat tersebut mobil layanan kesehatan masyarakat desa diharapkan bersinergi dan mendukung program kerja Pemkab Wajo, oto dottoro.

Para Kades diminta mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Dana Desa, untuk melengkapi spesifikasi serta kelengkapan fasilitas. Supaya ada peningkatan fungsi dan pemanfaatan ambulans tersebut.

Seperti, branker, oxygen, selang, gantungan infus, lampu sirine, lampu penerangan dalam mobil, fasilitas lainnya hingga branding mobil.

“Mobil ini kan pengadaan 2017, 2018, 2019. Namanya mobil layanan kesehatan masyarakat. Tetapi tahun 2020, wabup perintahkan dijadikan ambulans yang tidak sesuai spesifikasi. Karena tidak bisa juga kades melengkapi pengadaannya, maka begitu jadinya,” ucapnya.

Komentar