11 Jam Diperiksa Terkait Kasus Kebakaran, Pejabat Kejagung Tak Ditahan

Selasa, 3 November 2020 10:36

Pekerja memasang scaffolding untuk perbaikan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta yang hangus terbakar, Senin (26/10/2020). Kejaksaan Agung melakukan perbaikan gedung utama yang mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2020 dengan anggaran Rp 350 miliar. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik Gabungan Bareskrim Polri telah selesai memeriksa Kasubag Sarpas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung (Kejagung), NH, terkait kebakaran gedung Kejagung. Dia dijadikan tersangka karena lalai dalam pengadaan jasa pemeliharaan kebersihan gedung.

“Pemeriksaan dilakukan hampir 11 jam, pukul 10:30 – pukul 21:00 dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilakukan rapid gen test,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo kepada wartawan, Selasa (3/11).

Kepada tersangka penyidik melayangkan 110 pertanyaan. Seluruh terkait pekerjaan yang dia jalankan selama menjadi pejabat Kejagung. Penyidik kemudian memutuskan tidak menahan NH usai pemeriksaan.

“Penyidik tidak menahan tersangka karena selama proses penyidikan dan pemeriksaan hari ini bersikap kooperatif, juga ada jaminan dari Keluarga, Penasehat Hukum dan jaminan dari atasan tersangka sebagai ASN di Kejagung,” jelas Ferdy.

Sebelumnya, Penyidik Gabungan Bareskrim Polri menetapkan 8 orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta. 8 orang ini dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut karena dianggap lalai sehingga mengakibatkan api muncul.

Bagikan berita ini:
4
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar