9 Fakta Oknum Brimob Kelapa Dua Jual Beli Senjata ke KKB

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat beri keterangan pers terkait jual beli senpi ke KKB di Jayapura, Senin (2/11). Foto: ANTARA/Evarukdijati

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA – Polda Papua sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus jual beli senjata api.

Berikut sejumlah fakta terkait kasus tersebut, berdasar keterangan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Pertama, melibatkan oknum anggota Brimob dari Kelapa Dua, Depok.

Jual beli senjata api melibatkan oknum anggota Brimob Kelapa Dua Bripka MJH (35), DC (39) yang merupakan ASN yang juga anggota Perbakin Nabire, dan FHS (39) mantan anggota TNI-AD.

Para tersangka ditahan di Mapolda Papua, Jayapura.

Kedua, jenis senjata api. Dari laporan penyidik terungkap kasus jual beli senjata api berbagai jenis dilakukan sejak 2017. Penyidik menyita barang bukti tiga pucuk senpi yang diamankan yakni jenis M16, M4, dan Glock.

Ketiga, senpi yang dibawa dari Jakarta berdokumen lengkap. Senpi tersebut dibawa melalui rute Jakarta-Makassar-Timika-Nabire dan setibanya di Nabire langsung diserahkan ke DC yang selanjutnya menyerahkannya ke pemesan.”Senjata api yang dibawa Bripka MJH itu dilengkapi dokumen, sehingga tidak ada masalah saat diangkut dengan pesawat dari Jakarta hingga ke Nabire,” kata Irjen Waterpauw.

Keempat, harga senjata api yang dijual. Senjata api itu dijual kepada pemesan melalui DC dengan harga berkisar Rp300 juta hingga Rp350 juta tergantung jenis.

Kelima, pemesan inisial SK. Irjen Paulus Waterpauw menyebut pemesan senjata api yakni SK.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR